RAngkuman Berita Terbaru: sosial dan budaya
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label sosial dan budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial dan budaya. Tampilkan semua postingan

Besarnya Perjuangan Seorang Guru


Besarnya Perjuangan Seorang Guru

Kehulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

        Sejak manusia dilahirkan sampai menjelang akhir hayatnya, hidup manusia tidak pernah terlepas dari peran berguru dan menggurui orang lain. Mustahil jika dalam hidup kita tidak pernah merasa berguru dan menggurui, bahkan secara tidak sadar, alam semesta pun adalah guru yang telah mengajarkan kita akan warna warni kehidupan. Sejak kecil, orang tua kita sudah menjadi guru pertama dalam hidup kita, dan rumah sebagai sekolah pertama. Kemudian kita bersekolah dan menemukan guru baru disana yang juga menjadi orang tua kita kedua.
Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang guru yang kedua, yaitu guru disekolah. Berbicara masalah guru di sekolah, tidak pernah terlepas dari berbagai isu dan permasalahan yang melanda guru di negeri ini, mulai dari tertundanya gaji guru yang tidak dibayarkan rutin perbulan, gaji guru honorer, kesejehteraan guru, guru yang tidak layak mengajar, guru yang gaptek, sampai guru “jadi-jadian”.
Saya selaku seorang guru yang selalu teringat dengan kata-kata guru saya ketika masih belajar di Pondok Pesantren, beliau berkata; “orang sukses dalam defenisi kita adalah  mereka yang mengajar sebait kata di sebuah surau dibelakang sebuah bukit, meskipun kamu menjadi presiden sekalipun, jangan pernah lupa untuk menjadi guru dan mengajarkan muridmu meski satu kata”,  hati saya pun bergetar mendengar kalimat tersebut, betapa hebat dan mulianya menjadi seorang guru, dan dari sinilah saya bercita-cita ingin menjadi seorang pendidik yang sangat mulia ini. Dan bagi saya, menjadi seorang guru tidak mesti harus menjadi PNS, mengajar di sekolah, dan punya kelas. Tetapi ketika kita mau mengajarkan orang-orang yang membutuhkan ilmu dari kita, maka kita sudah menjadi seorang guru.

Guru memiliki andil yang sangat besar dalam membawa perubahan pada sebuah bangsa, karena guru memang ujung tombak sebuah negeri, penggerak perubahan bangsa. kemajuan dan kemunduran sebuah negara tidak pernah terlepas dari peran para guru dalam pendidikan. Guru juga memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan keadilan pendidikan secara nasional. Berbicara tentang keadilan pendidikan secara nasional, masalah yang selalu muncul adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, salah satunya adalah Ujian Nasional.
Pengambilan kebijakan yang kadang terlihat sepihak dan tidak melibatkan guru sebagai patner pemerintah dalam memutuskan sebuah keputusan. Sehingga terkesan guru didikte oleh pemerintah dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Semua terjadi karena pemerintah tidak menjadikan guru sebagai mitra mereka dalam membuat sebuah kebijakan. Seyogianya, bukan pemerintahlah yang mendikte dan mengintervensi guru sampai guru seakan seperti boneka, tetapi gurulah yang harus mampu mengintervensi kebijakan pemerintah dengan ide-ide cemerlang dan kreatifnya.

Kerena yang selama ini mengetahui apa yang harus diberikan di lapangan kepada peserta didik adalah guru, bukanlah pemerintah yang hanya sekedar membuat konsep , namun tidak mengetahui jelas apa yang terjadi dilapangan. Pemerintah sebagai pengendali kebijakan pendidikan, seyogianya juga memberikan kesempatan pada guru dalam mengekspresikan pendapat. Dengan begini, secara tak langsung akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional. 
Guru mesti ditempatkan sebagai mitra, bukan sebagai ancaman. Sebaik apapun konsep pendidikan, kalau tidak melibatkan guru, maka konsep itu tidak akan berhasil. Guru adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan kita. Karenanya, sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan pendidikan, semestinya guru dilibatkan. Hal terpenting di sini adalah komitmen pemerintah menempatkan guru sebagai profesi dalam arti sesunggunya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD). (sumber: http://www.zamzamizainuddin.com/2012/04/ham-hantui-guru.html)
Dalam kasus ujian Nasional misalnya, kita melihat dan mengetahui bersama tentang tugas seorang guru yang kadang berubah fungsi dari seorang pendidik menjadi tenaga administrasi yang hanya melatih murid mampu menjawab soal-soal Ujian Nasional. Bukan lagi mendidik siswanya, tetapi berubah fungsi menjadi pemberi informasi saja.

Seyogiannya, guru yang sebagai pendidik dan aktivis gerakan harus mampu memberikan kritikan yang membangun terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan dunia pendidikan kita sekarang. Sebagai orang yang langsung terlibat di lapangan, harus mampu memberikan konsep yang professional kepada pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan.
Guru harus mampu membuat sebuah "perlawanan" yang bertujuan kearah terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan demokrasi, pendidikan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat tanpa memandang kasta, serta mewujudkan pendidikan yang adil tanpa diskriminatif. Guru jangan hanya sekedar “kami mendengar dan kami melaksanakan” (sami’na wa ‘atha’na) dari setiap kebijakan yang kadang bertentangan dengan hati nuraninya.
Selaku guru, mari kita galakkan sebuah "perlawanan" untuk membangun pendidikan negeri ini. Tentunya perlawanan disini adalah perlawanan yang positif. Yaitu melawan dari kegaptekan kita dalam dunia teknologi, kagagapan kita dalam dunia menulis. Jika kedua hal ini bisa di kuasai oleh para guru. Pasti, akan banyak melahirkan sejuta tulisan guru yang akan membangun pendidikan, tulisan luar biasa yang akan meluluhkan hati para pembuat kebijakan. Sehingga tidak perlu ada lagi perlawanan guru dengan berdemonstrasi. Karena seratus tulisan guru dengan ide yang brilian akan lebih hebat dari seribu guru berdomonstrasi di lapangan. Itulah kekuatan sebuah tulisan.

Mari kita ganti senjata mulut kita dengan pena, senjata paling ampuh adalah qalam, guru harus mampu melakukan perlawanan perubahan dengan senjata ini. Mari kita menulis dan menjadikan internet sebagai alat untuk mecerahkan dunia pendidikan. Guru harus mampu menguasai internet, sehingga akan mampu melahirkan banyaknya tulisan tentang pendidikan di dunia maya. Penulis sebagai seorang guru, membuat blog dan menulis tulisan pendidikan karena terinspirasi dari sebuah blog pendidikan seorang guru kreatif, beliau adalah Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd (http://www.wijayalabs.com). Beliau juga aktif menulis di Kompasiana (http://kompasiana.com/wijayalabs) dan telah menerbitkan sejumlah buku tentang pendidikan, salah satu bukunya adalah: “Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya”. 
Buku yang mengajarkan bahwa guru yang berkualitas, akan melahirkan peserta didik yang berkualitas pula. Guru yang harus menanamkan nilai kejujuran kepada siswanya sebagai pangkal dari pendidikan karakter. Jika kejujuran sudah ditanamkan oleh para guru kepada muridnya  di sekolah, maka guru telah mengajarkan generasi bangsa bersikap jujur dan takut menjadi koruptor. Jika pendidikan jujur telah menjadi budaya di sekolah, maka akan mengurangi jumlah koruptor di negeri ini.  Buku yang juga menjelaskan bahwa guru yang harus mampu memperkaya diri dengan banyak membaca buku, mengikat ilmunnya dengan cara menuliskannya, hal ini mengingatkan saya akan perkataan Imam Syafi’e yang sangat terkenal.

“Ilmu bagaikan binatang liar dan menulis adalah tali pengikatnya.
Ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat
Adalah bodoh sekali jika anda memburu seekor kijang
Kemudian anda lepaskan begitu saja tanpa tali pengikat.”(Imam Syafi’e)
Ungkapan Imam Syafi’e yang bermakna jika ilmu yang kita miliki tidak dijaga dalam bentuk tulisan, maka akan mudah lari meninggalkan kita, ibarat binatang liar yang lari tanpa diikat. Selaku guru yang selalu bergelut dalam dunia ilmu dan selalu bergaul dengan yang namanya ilmu, akan sangat sia-sia jika banyaknya ilmu yang dimiliki guru tidak diikat dalam bentuk tulisan. Seandainya saja seluruh guru Indonesia “mengikat” ilmu dan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan, tentu saja negeri ini akan memiliki ilmu yang berlimpah ruah dan akan menjadikan Indonesia emas dan "andalusia" baru sebagai sentral ilmu pengetahuan dunia.
Sebagai harapan, blog Wijaya Kusumah, harus menjadi pelopor dan penyemangat bagi seluruh guru di tanah air ini untuk bangkit berjuang melalui pena, mencurahkan seluruh ide dan pemikiran mereka terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Penulis yakin blog tersebut akan mampu mengisnspirasi para guru di seluruh Indonesia untuk meniru beliau dalam mencerahkan dunia pendidikan dengan tulisan-tulisannya. Bayangkan saja jika para guru di seluruh negeri ini memiliki blog guru, maka akan mampu kita galakkan sejuta blog pendidikan di Indonesia.
Kita hilangkan pernyataan tentang guru yang melek internet. Kita jadikan internet sebagai alat untuk mengampanyekan pendidikan dengan segudang pemikiran yang kita tuangkan dalam tulisan. Berbagai ide kreatif dan informasi pendidikan yang selama ini tidak di ketahui oleh khalayak ramai akan terekspos di dunia maya.
Masih sangat banyak sekolah-sekolah di pelosok negeri ini yang sangat tidak layak dikatakan sekolah karena bangunannya yang mirip dengan kandang kambing bahkan hampir roboh. Dunia pendidikan yang dimana para muridnya harus melintasi arus sungai yang kuat, mendaki gunung yang tinggi dan menempuh jarak puluhan kilometer, semua peristiwa ini harus ditulis dan di publikasikan di dunia maya agar semua kita tau dan membuka mata pemerintah bahwa masih banyak fasilitas pendidikan yang harus diperhatikan di negeri ini. Dari sinilah peran para guru sangatlah penting dalam memperjuangkan keadilan pendidikan secara nasional di negeri ini. Sehingga guru akan menjadi pembela keadilan bagi dunia pendidikan.
Oleh karena itu, semua guru dari kota metropolitan sampai ke pelosok belantara hutan harus menguasai internet, agar masyarakat dan para penguasa mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan di seluruh penjuru negeri ini. Para guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam mewujudkan keadilan pendidikan secara nasional, dan bangkitnya para guru untuk mengkampenyekan gerakan guru menulis dan melek intenet.
Semoga dengan terlahirnya para guru yang tangguh dan berhati cahaya, serta guru yang cerdas dalam berdakwah dengan kalam (pena), tentunya akan lahir generasi Indonesia yang cerdas pikiran dan cerdas nuraninya, juga akan mampu membuka mata pemerintah terhadap dunia pendidikan yang masih buram. 
  

Menurut anda apakah pengertian Gengsi?


Pernahkah anda merasa gengsi? Menurut kamus Bahasa Indonesia, gengsi adalah harga diri, tMerlalu membanggakan kehormatan serta ketinggian diri. Nah, kalau menurut Mario Teguh, gengsi itu adalah kebanggaan kosong atas kelebihan yang dibiayai dengan kekurangan. Ah….bahasanya pada ketinggian ya. Oke, Gengsi menurut bahasa yang paling mudah dipahami dan simple adalah takut akan jatuhnya harga diri.
Gengsi adalah penyakit yang sering melanda jiwa manusia, menjaga wibawa seringkali menjadi alasan manusia untuk bersifat gengsi. Sebagai contoh: Direktur yang tidak nafsu makan ditepi jalan bersama karyawannya karena alasan menjaga wibawa, pejabat yang gengsi mengunjungi rakyat miskin karena alasan belum masa kampanye. Dosen yang gengsi duduk dikantin kampus bersama mahasiswanya karena alasan takut kehilangan wibawa.
Perbedaan jenjang pendidikan juga sering membuat manusia merasa gengsi jika harus disamakan dengan mereka yang jenjang pendidikannya rendah. Gengsi sering juga ditemukan antara senior dan junior. Contoh sederhana adalah gengsinya senior jika harus meminta maaf pada junior saat mereka bersalah, gengsinya senior saat harus mengakui kehebatan junior, ataupun gengsinya senior saat harus ngulang mata kuliah bersama adik-adik kelas.Eh, gengsi itu kadang sudah jadi kebutuhan lo, bahkan gengsi itu kadang juga sering berubah nama menjadi “kebutuhan”. Mobil mewah, Rumah besar, dan uang banyak, semuanya menjadi alasan kebutuhan, gengsikah?


Banyak orang yang pulang ke kampung harus punya mobil dan banyak uang, dengan alasan biar dikatakan sukses, gengsikah?. Banyak orang yang ingin melanjutkan studi Master (S2) bukan karena tujuan pendidikan dan perubahan sosial, tetapi hanya karena  ingin kelihatan tinggi pendidikannya saja didepan orang lain dan biar terpandang hebat, gengsikah?. Ada juga yang beli ijazah murahan biar dapat gelar sarjana tanpa kuliah, gengsikah?. Dan ada juga yang sudah kuliah S3, namun tidak terima dikritik oleh sarjana S1, gengsikah? Ada juga yang masuk ke sekolah dan kampus tertentu yang katanya keren, bahkan harus membayar mahal-mahal agar lulus dan biar terlihat almamater pendidikannya WOW GITU, gengsikah?, ada juga anak-anak daerah yang sok tidak bisa bahasa daerahnya, gengsikah?  Ada juga yang pamer motor dan mobilnya keren namun semuanya rental, gengsikah? Ada juga yang berpenampilan modis dengan gaya anak pejabat gedongan namun isi dompetnya blank, gengsikah? Wah….banyak sekali contoh gengsi di dunia ini yang tidak pernah kita sadari.Namun, tidak semua orang memeliharakan sifat gengsi dan egoisnya. Mereka adalah orang-orang yang berjiwa sosial tinggi, memiliki rasa emosional yang kuat, dan yang pasti orang-orang yang tidak egois terhadap perbedaan kasta manusia. Orang-orang yang tidak sombong dengan tingkatan jabatan dan pendidikan mereka, Juga bukan yang menganggap diri paling wow sedunia. Gengsi pada hakikatnya hanya akan menghambat hubungan sosial kita dalam bermasyarakat, juga akan memutuskan tali silaturahmi dan yang pasti akan menutup pintu rezeki.So, pernahkah anda mengalami sindrom “gengsi”?, pastiya semua kita pernah mengalaminya, tapi kalau bisa, usahankan hanya untuk gengsi di depan Tuhanmu, gengsi berbuat dosa dan kejahatan. Dan satu lagi yang mesti kita ingat bahwa gengsi tidak akan membuat manusia menjadi sukses, namun sukses akan menjadikan manusia bergengsi. So, let’s say goodbye to GENGSI. No gengsi-gengsian deh

kisah Dari Balik Jilbab atau Cadar


Terlalu dini, untuk mengatakan hidup ini sangat indah disaat usia kita masih muda atau bahkan baru beranjak dewasa. Mungkin inilah penggalan beberapa bait kata dari sekian kalimat sederhana, dari mereka wanita – wanita bercadar tertutup ala pesolek Timur Tengah. Yang kerap kita jumpai, dilingkungan sekitar kita.


Dan siapa yang sangka, ketika dewasa kelak. Mereka akan mendapatkan predikat Teroris, didepan nama  mereka. Meski dahulu & kini,  mereka tak pernah mengenal apa itu makna dari kata Teroris yang sebenarnya. Benar atau tidak, namun inilah realita yang selalu berbicara fakta nyata.

Hanya karena memakai cadar nan tertutup, yang tak selayaknya dikenakan oleh wanita pada umumnya. Mereka dijadikan objek sasaran empuk, dari sifat buruk sangka lingkungan sekitar. Mereka yang  tak paham atau kami yang sebenarnya tak paham, biarlah kami sendiri ya tahu jawabannya cepat atau lambat. 

Disaat wanita pada umumnya, sering tampil seksi nan penuh sensasi. Layaknya sosialita kaum urban saat ini, yang selalu berdandan layaknya pelacur jalanan yang siap digoda. Aneh mungkin kalimat yang sering mereka keluhkan dari peralihan detik menuju menit.

Sementara mereka, hanya termenung sepi & sendiri. Akibat gosip murahan sekitar, hingga terasing dari pergaulan adalah pengalaman yang konkret, yang sering mereka rasakan hingga tak tahu mana itu teman mana itu lawan. Padahal mereka juga wanita normal seperti  pada umumnya yang bisa hamil, menyusui & melahirkan.  

Sudahlah memang terkadang hukum sosial manusia lebih kejam, dari pada hukuman Tuhan. Hingga hal sepele pun, terkadang menjadi besar & berkembang menjadi hal negatif. Hidup memang menyajikan banyak pilihan, singkatnya memang begitu. Ketika ditanya mengapa mereka memilih hal tersebut.  Meski dibalik itu semua kita tahu, ada alasan agama yang menjadi faktor utama & penentu yang tidak bisa di elakan begitu saja oleh mereka.

Karena religuisitas manusia kepada Sang Pecipta, mempunyai hukum mutlak yang tak bisa diganggu gugat. Terkecuali sudah melanggar norma kehidupan & kita pun ketahui akan aturan mainnya. Namun terkadang lupa, akan praktek dikehidupan nyatanya. 

Kesimpulan : Berbeda bukan alasan untuk tak saling menghargai satu sama lain

Lihatlah Kami Sebagai Manusia


Pasti semua dari kita sekarang & nanti, ini mempunyai seorang buah hati sebagai penerus kita dimasa depan. Tapi tak jarang, banyak yang diberikan ujian dalam mendapatkan sebuah buah hati yang lama dinanti dalam sebuah bahtera rumah tangga sebagaimana nanti kita alami.


Banyak cara & upaya yang kita semua lakukan, dalam mendapatkan sang buah hati yang lucu dari mulai prosedur alami sampai prosedur yang tak lazim. Seakan – akan semua orang berlomba – lomba untuk mendapatkan sang buah, tapi tak jarang juga banyak para manusia yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja maupun tidak disengaja membuang, menelantarkan,menjual, menitipkan & bahkan membunuh sang buah hati yang baru lahir. Hanya karena alasan Aib yang tidak seharusnya diketahui orang banyak termasuk keluarga mereka sendiri.


Ini semua, karena masalah seks bebas,anak lahir secara tidak sempurna & belum siapnya mereka mempunyai sang buah hati. Tapi itu bukan alasan utama & paling utama untuk mereka,tidak merawat anak kandung sendiri sebagaimana mestinya. Mereka adalah generasi penerus kita yang akan menjadi orang besar kelak,entah menjadi Presiden, Dokter, Profesor, Guru, Artis yang akan membanggakan nama orang tuanya bahkan nama negaranya dikemudian hari.



Tapi bagaimana semua itu bisa mereka perjuangakan dengan semangat tinggi,jikalau semua itu pupus & sirna diawal hembusan nafas pertama mereka didunia. Sungguh sangat disayangkan, mereka yang tidak tahu apa pun dengan tiba – tiba harus berbaring kembali diliang tanah merah yang bertuliskan nama mereka sendiri dengan kegelapan & kesepian yang selalu menemani mereka.


Kesimpulan : Jangan pernah malu terhadap anak yang anda lahirkan kelak & dalam kondisi apa pun, tapi malulah kepada diri anda sendiri yang dengan teganya membunuh sejuta impian & harapan dari manusia yang belum sempat berjuang didunia ini.

Kode Etik Di Angkot/angkutan Umum

Kode Etik Di Angkot/angkutan Umum1.Jangan Buang Sampah Di Angkutan Umum

Masyarakat kita pada saat ini, pasti jauh lebih pintar & berpendidikan tinggi pada umumnya. Karena pada saat ini,sudah menjamurnya banyak tempat kursus bimbingan belajar baik itu secara formal & non formal dengan demikian bisa dipastikan masyarakat kita saat ini sudah memulai menunjukan grafik yang tinggi dalam bidang pendidikan.


Tapi sungguh amat disayangkan, karena hal ini berbanding terbalik dengan perilaku masyarakat kita sehari – hari yang kurang terdidik secara baik & benar. Karena kian hari, sudah teramat sering kita menjumpai sampah organik & non organik yang bertebaran dijalan bahkan di Angkutan Umum yang sering kita gunakan. Hal ini menimbulkan dampak kuman & penyakit yang selalu berterbangan,untuk menghinggapi tubuh kita.


Dan tidak lain & tidak bukan, penyebab sampah di Angkutan Umum adalah kita sebagai penumpang & pemakai jasa tranpostasi masal tersebut baik itu kalangan terdidik sampai kalangan tidak terdidik pun ikut punya sumbangsih yang besar terhadap masalah ini. Karena masyarakat kita, hanya didik secara akal & pikiran saja selama ini tanpa memperdulikan masalah sikap & perilaku yang harusnya mereka didik terlebih dahulu sebelum akal & pikiran.



Jangan salahkan pemerintah atau pihak manapun,bilamana terjadi wabah penyakit malaria, demam berdarah bahkan banjir yang selalu datang menghinggapi lingkungan kita. Ini semua berawal dari perilaku & kebiasaan kita sendiri sebagai manusia itu sendiri bukan karena campur tangan siapa pun. Kalau angkutan umum yang kita gunakan setiap hari bersih & bebas dari sampah & pada intinya kita juga yang akan menikmati dampaknya ketika menaiki kendaraan umum tersebut akan merasa nyaman & tenang.


Kesimpulan : Kendaraan Umum seharusnya dijaga & dirawat kebersihannya baik itu dari pihak pemilik kendaraan, juga kita sebagai pengguna alat transportasi umum juga harus ikut peran serta dalam menjaga kebersihaan.Karena kebersihan itu milik bersama & untuk bersama.

Hajatan Adalah Alat Pemersatu Bangsa

Pasti kita sudah tidak asing mendengar kata “ Hajatan “ yang jamak kita jumpai dalam berbagai waktu & kesempatan, karena Hajatan sangat identik dengan suasana ramai & penuh gotong royong antara sesama manusia baik itu berbeda suku,adat bahkan ras kulit. Seakan semua tumpah menjadi satu, dalam acara nan sakral & hikmat bagi semua manusia.

Dibalik kemeriahan Hajatan, banyak tersimpan adat leluhur yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat kita sejak dahulu kala hingga saat ini. Yaitu diantaranya, sifat gotong royong atau saling membantu satu sama lain antara pihak yang mempunyai hajat dengan tetangga sekeliling lingkungannya.Tak ada namanya lagi permusuhan, dendam, perselisihan yang timbul yang ada hanya satu tujuan & satu keyakinan yaitu membantu kesukseskan acara Hajatan tesebut hingga selesai.
Inilah salah satu alat pemersatu bangsa & sebagai penyambung tali silahturahmi yang tetap terjaga, yang tanpa kita sadari bisa terbentuk karena adanya sifat toleransi antara sesama umat manusia tanpa pemikirkan perbedaan yang ada. Banyak cara & upaya, dalam membantu acara Hajatan baik itu secara tenaga & sumbangan materi atau bahan konsumsi yang bisa dipakai. Inilah yang membuat, negara kita paling istimewa dari negara diseluruh dunia yang masih mengedepankan norma & toleransi dibanding sifat individualisme demi kepentingan peorangan.


Kesimpulan : Hajatan memberi kita pelajaran, yang tidak diberikan atau dipelajari dibangku sekolah tentang sebuah pentingnya arti dari kebersamaan & kekeluargaan yang tidak bisa dijelaskan dalam rumus matematika. Karena tidak ada yang bisa mengukur seberapa banyak & seberapa tulus kita dalam membantu sesama yang membutuhkan, karena ketulusan tidak untuk dijual melainkan untuk dipraketkan.

Indonesia Negera Sejuta Budaya Tradisional

Indonesia Negera Sejuta Budaya Tradisional
Indonesia dari dahulu dikenal sebagai negera sejuta budaya tradisional yang tersebar diseluruh penjuru, tidak ada negara dimana pun yang mengalahkan keanekaragaman budaya bangsa kita. Bahkan itu sudah diakui oleh beberapa Negara di dunia yang pernah mencipipi & belajar tentang budaya kita.
Tapi sungguh amat disayangkan, justru mereka yang hidup & bergelut dalam dunia budaya justru secara kehidupan sangat tidak berkecukupan. Bahkan tak jarang dari seniman tradisional, yang rela menjadi pengamen jalanan hanya demi memenuhi kebutuhan sehari – hari keluarga mereka. Tak ada yang peduli & mau peduli tentang hal tersebut, tapi mereka selalu tetap semangat untuk melestarikan budaya tradisional warisan leluhur hingga akhir hayat.
Banyak sudah yang mereka korbankan mulai dari keluarga,harta & waktu demi sebuah seni tradisional yang mereka anggap sebagai nyawa mereka sendiri. Mereka mungkin orang pertama, selain kita, pemerintah atau politisi yang berteriak lantang ketika budaya yang mereka tekuni sejak kecil hingga saat ini diklaim oleh bangsa lain. Nasib mereka, bagai diujung tanduk, yang mana ketika budaya tradisonal itu mulai ditinggalkan atau bahkan punah maka seniman tradisional seperti mereka pun akan ikut punah secara perlahan tetapi pasti.


Tak ada satu pun lembaga atau instansi,yang bisa menjamin hidup mereka sekarang & nanti sebagai seniman tradisional sekaligus pahlawan budaya.Karena dari tubuh & semangat merekalah,budaya kita akan tetap ada & dikenal hingga generasi berikutnya.
Kesimpulan : Mungkin mereka bukan pahlawan yang tercatat dalam buku sejarah pendidikan,yang akan terus dikenang sepanjang masa tapi mereka adalah manusia super melebihi kemampuan akal & tubuh mereka sendiri untuk tetap berjuang melestarikan budaya asli bangsa Indonesia yang mulai di tinggalkan oleh generasi muda saat ini.

Jadikanlah Semangatmu Lebih Tinggi dari Badanmu

jadikanlah semangatmu lebih tinggi dari badanmu
Setiap dari kita pasti ingin dilahirkan ke dunia dengan keadaan sempurna, dengan kata lain tidak kekurangan satu pun yang membuat tubuh kita terlihat berbeda dengan orang lain. Tapi harapan hanya tinggal harapan saja, karena semua yang kita harapkan belum tentu di terima oleh Tuhan karena satu alasan satu & lain hal.
Tapi saya selalu percaya, ada makna positif tersembunyi dibalik itu semua tergantung kepada kita memandang cobaan tersebut kedepannya. Seperti banyak dari saudara – saudara kita diluar sana, yang memiliki keterbatasan fisik dalam bentuk kurangnya tinggi badan alias Kerdil. Yang mana mereka selalu & selalu diremehkan setiap kali ke luar rumah dari kecil bahkan sampai mereka dewasa & mempunyai anak.
Seakan tak ada ruang kesempatan sedikit pun untuk mereka meraih harapan & impian seperti kita yang normal. Mereka juga sama seperti kita, yang membedakan kita mereka dengan kita hanya ukuran tinggi badan sedangkan semangat mereka terkadang melebihi kita yang selalu mengeluh setiap saat tanpa alasan yang jelas. Padahal yang kita keluhkan itu tidak penting, atau dengan kata lain beban yang mereka tanggung jauh lebih berat dibanding kita.

Mereka juga ingin seperti kita,mereka juga ingin punya pasangan normal seperti kita & mereka juga ingin dihargai sama seperti kita. Tapi mengapa kita membunuh setetes harapan mereka dengan sindiran kasar & tatapan meloto setiap kali berjumpa dengan mereka ? Apakah mereka terlihat seperti maling ?
Meski dengan segala keterbasan fisik, tak akan menghalangi mereka untuk terus maju & maju untuk meraih masa depan yang lebih baik dari segala aspek kehidupan. Mungkin tubuh mereka tidak setinggi kita, tapi jangan tanyakan semangat mereka ? karena semangat mereka jauh lebih tinggi dari pada kita yang normal. Kami tidak butuh dihargai, yang kami butuh hanya perlakuan sama seperti manusia normal pada umumnya yang mendapatkan pekerjaan layak, mendapatkan pasangan yang normal & mendapatkan pengakuangan bahwa kami ada.
Kesimpulan :
Derajat manusia tidak diukur dari seberapa tinggi badan, pintar atau seberapa banyak harta yang anda punya saat ini, melainkan seberapa tinggi anda memperlakukan semua manusia dengan sama & seimbang tanpa membedakan bentuk fisik, kulit, suku & asal mereka.

PSK Bukan Sampah Masyarakat

PSK Bukan Sampah Masyarakat
Banyak dari kita, yang seakan memberi predikat Hitam secara langsung maupun tidak langsung kepada para pekerjaan “ Pekerja Seks Komersial " atau yang biasa dikenal dengan PSK dikalangan masyarakat pada umumnya. Semua lapisan masyarakat seakan hanya bisa menghakimi mereka secara membabi buta.


Tanpa pernah ada yang peduli dengan latar belakang mengapa mereka menjadi seperti itu hingga kini.Dan dari dahulu juga,kami seakan menjadi sampah masyarakat yang terpinggirkan dari keramaian disekitarnya. Tak ada yang mau bersinggungan bahkan berteman dengan orang seperti mereka, dan seakan mereka lebih hina dari pada binatang dijalan. Teman mereka hanya dinginnya malam & gelapnya malam, yang selalu menemani mereka disaat suka & duka bahkan ketika meninggal nanti.


Tak ada yang peduli dengan kondisi mereka sekarang & nanti,tak ada yang bisa memberikan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah mereka,yang ada hanya gemuruh petir yang saling bersambaran menuju kearah mereka. Jangan salahkan mereka,kalau pacar atau bahkan suami anda pernah tidur dengan mereka selama ini karena bukan mereka yang bisa memilih mana yang harus menemani mereka malam ini. Melainkan pasangan anda sendiri, yang secara nafsu binatang memilih wanita yang harus menemani mereka disaat malam tiba.


Dari dahulu hingga sekarang, sudah banyak ratusan ribu anak yang putus sekolah terselamatkan secara perlahan dengan biaya dari ibu mereka menjadi penjajah malam. Sudah banyak ratusan ribu, pedagang yang mencari penghasilan utama dari para para pengunjung psk. Tapi tidak banyak, orang yang mau peduli tentang kehidupan mereka selama ini. Dan jangan salahkan mereka,kalau mereka bekerja sebagai “ Penjaja Seks Komersial “ karena tidak ada manusia didunia ini yang mau memilih mendapatkan pekerjaan tersebut.


Kesimpulan : Mereka hanya sekumpulan manusia,yang masih gigih berjuang ditengah kerasnya kehidupan.Mereka juga tidak lebih hina dari pada para pejabat dinegeri ini yang,hanya peduli dengan perut mereka sendiri tanpa pernah peduli dengan suara rakyat.

Lestarika Ayo Bangkit Lagu Daerah Anda

Ayo Bangkit Lagu Daerah

Setiap dari kita,pasti lahir dari berbagai suku & tempat yang berbeda satu sama lain. Tapi bukan hanya kampung halaman saja yang selalu kita ingat, melainkan juga dengan sebuah tradisi & lagu daerah yang melekat dalam hati kita & menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup kita.


Walaupun kita tinggal dilokasi yang jauh dari kampung halaman saat ini & nanti, pasti kita tidak bisa melepaskan atau bahkan melupakan semua itu dari benak kita. Karena itu, merupakan sebuah identitas diri kita yang sebenarnya hingga nanti kembali kepada Tuhan. Pada saat ini, ditengah maraknya lagu Pop, Rock, Metal & Jazz yang secara deras memasuki pasar musik Indonesia. Dan secara perlahan tetapi pasti menggusur dominasi musik tradisional daerah Indonesia yg beraneka ragam.


Sungguh menyedihkan sekali, seakan lagu daerah pada saat ini hanya dijadikan symbol & lagu pemeriah saja yang dikumandangkan secara merdu di hari - hari tertentu saja dari tahun ke tahun. Generasi muda,hanya suka dengan lagu Barat & Korea saja yang sedang menjadi Trend dikalangan anak muda saat ini. Seolah tidak ada rasa memiliki kita, terhadap musik daerah tersebut sama sekali hanya disaat lagu daerah tersebut di klaim oleh negara & bangsa lain. Kita baru memiliki rasa kepedulian memiliki akan sebuah budaya bangsa yang harus dijaga & lestarikan.


Padahal lagu daerah Indonesia,lebih punya filosofi & arti yang luas dalam tafsirannya dikehidupan manusia.Dibanding lagu Jazz, Pop, Metal & Rock tapi mengapa kita seakan tidak peduli dengan itu semua ? Padahal itu adalah warisan nenek moyang & para Wali Songo kita dahulu kala,


1. Ingatlah lagu daerah kita setiap saat, maka kita akan mengetahui jati diri kita yang sebenarnya.
2. Ingatlah lagu daerah kita setiap saat, maka kita akan mengiat nenek & kakek kita dahulu yang mendidik kita dengan hati.
3. Ingatlah lagu daerah kita setiap saat, karena disaat kita meninggal nanti kita akan diistirahatkan di tanah Bumi Pertiwi ini bukan di tanah bangsa lain.
4. Ingatlah lagu daerah kita, sebelum lagu daerah ini hilang.



Kesimpulan : Dengan tulisan singkat saya ini, mudah – mudahan bisa menggugah rasa kepedulian kita semua tentang sebuah nilai & asset budaya bangsa yang tidak ternilai harganya oleh uang sebanyak apa pun. Mulai dari pribadi kita yang menjaga & melestarikan itu semua, jangan tunggu orang lain bertindak karena kita diciptakan untuk berbuat bukan menunggu.

Kesedihan Dibelakang Panti Jompo

Kesedihan Dibelakang Panti Jompo
Inilah cerita yang membuat saya untuk pertama kalinya menangis,karena melihat & mendengar sebuah kisah yang sangat mengharukan dari kehidupan di Panti Jompo yang sangat menyentuh hati.Ketika kita masih kecil,kita selalu dirawat dengan penuh senyuman kebahagian oleh kedua orang tua.Tapi sungguh ironi dibalik semua kasih sayang yang tulus dari orang tua kepada kita,hinggga kita sudah bisa menjadi manusia yang bisa berjalan tegap diatas bumi yang kering kerontang.


Inilah sedikit kisah pilu,dari perjuangan orang tua kita yang tulus ikhlas menuntun kita menjadi sosok pribadi yang berahlak & mempunyai segala macama yang ada didunia.Tapi sungguh sangat di sayangkan dibalik perngorbanan & perjuangan orang tua kita,terasa tidak ada artinya dimata sang anak yang sudah tumbuh besar & gagah.

Bahkan jika kita semua melihat Panti Jompo yang semakin hari semakin ramai di Indonesia,inilah potret durhaka seorang anak yang tidak menghargai orang tua mereka sendiri.Karena banyak diantara kita,yang dengan teganya menitipkan orang tua mereka ketika sudah menjadi keriput & lemah tidak seperti dahulu kala.Agar tidak menjadi beban kita,ketika kita sudah mempunyai keluarga baru dengan pasangan kita.

Apakah mungkin mereka malu ada orang tua ini yang miskin ?
Apakah mereka tidak bisa sedikit saja merawat orang tua mereka ketika sudah menjadi keriput ?
Apakah hati anak yang mulia sewaktu kecil sudah tertutup dengan harta dunia ketika menjadi dewasa ?


Sesungguhnya semua yang kita dapat & miliki saat ini & sekarang,adalah berkat bantuan moral & material orang tua kita yang selalu & selalu mendoakan anaknya dari bangun tidur hingga sampai tertidur lelap dimalam hari.Percuma jika anda punya harta & jabatan yang berlimpah didunia ini,jika anda tak mau merawat & menjaga orang tua anda sama ketika anda dirawat oleh beliau sewaktu kecil dahulu tanpa pernah mengeluh sedikit pun.

Kesimpulan : Ingatlah wahai anakku walaupun kamu melupakan & menelatarkan aku sekarang & nanti,aku akan selalu ada disetiap jika kamu membutuhkan aku.Dan tak ada satu pun,agama yang memperbolehkan untuk menitipkan orang tua kita ke orang lain apalagi Panti Jompo.

cara duduk di angkot/angkutan umum

1. Mari Berbagi Tempat Duduk

cara duduk di angkot/angkutan umum Bagi saya atau bahkan anda semua,yang menggunakan alat tranportasi umum dari dahulu hingga sekarang pasti sudah tidak asing lagi dengan keramaian sesak dari kendaraan umum yang kita tumpangi baik itu dikota besar seperti Jakarta atau kota – kota seperti yang ada didaerah dari Sabang sampai Merauke.

karena tranportasi umum,adalah alat dasar yang mau tidak mau harus kita gunakan secara sukarela.Karena sebagai alat perantara yang menghantarkan kita ketempat tujuan kita,mungkin tak banyak orang yang mau berdiri berlama – lama jika berada didalam Bus Kota, Kereta atau Busway.Yang penuh sesak,berdesak – desakan dengan penumpang lain baik itu tua maupun muda – mudi.


Tapi coba berikan kesempatan duduk anda kepada orang yang lebih membutuhkan seperti ibu hamil,ibu membawa anak,lansia & penyandang cacat dengan sukarela tanpa ada paksaan dari orang lain & tanpa melihat ada atau tidaknya papan pemberitahuan. Karena tak jarang atau bahkan sering,banyak dari kita yang kurang peduli dengan hal tersebut yang berdampak langsung pada diri kita sebagai manusia sosial berubah menjadi manusia angkuh yang tidak mau peduli tentang apa yang ada didekatnya.


Mungkin rasa individualisme diri anda belum bisa dikurangi, karena anda sendiri sebagai manusia belum merasakan dampak dari apa yang anda lakukan sekarang dari hal sederhana bisa berdampak di kemudian hari jika anda membutuhkannya. Karena saya selalu percaya & terus percaya, tentang apa yang disebut hukum alam atas timbal balik apa yang kita lakukan baik itu positif maupun negatif.Anda sendiri yang akan menentukannya sekarang & nanti.


Dan berbagi kepada sesama tidak harus mengeluarkan uang atau harta yang kita punya,dengan hal & perbuatan kecil saja sudah bisa disebut berbagi asal kita sebagai pemberi harus ikhlas & tulus dalam berbagi. Jangan hanya berbagi di Bulan Suci Ramadhan saja, 11 bulan lain tidak berbagi kepada sesama itu berarti perbuatan baik anda selama Bulan Suci Ramadhan hanya kedok untuk menutupi keburukan anda di 11 bulan berikutnya.

Kesimpulan : Ini adalah bentuk ajakan kepada kita semua sebagai mahluk sosial,yang harus saling tolong menolong tanpa pandang bulu kepada sesama yang lebih membutuhkan bantuan kita.Dan berbagi tempat duduk dikendaraan umum,tidak akan mengurangi rezeki anda sekarang & nanti jadi apa susahnya berbagi

Jangan Berpikir Anak PSK Selalu PSK

Kami Anak PSK Tapi Bukan PSK Setiap dari kita, pasti ingin dilahirkan dari keluarga beraliran darah kaya raya,cantik,tampan sampai keturunan darah biru alias keraton. Tapi keinginan itu hanya tinggal angan -  angan & harapan semu belaka yang tidak akan pernah terwujud ketika kita dilahirkan dari keluarga yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komerlias ( PSK ).


Karena bagi kita dari dahulu kala hingga saat ini, mereka yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersil ( PSK ) adalah sebuah aib keluarga yang sudah mendapat predikat Hitam dikalangan masyarakat pada umumnya. Hal ini memang benar, tapi apakah predikat tersebut melekat pada anak mereka yang lahir ke dunia ini ? 

Sebenarnya tidak harus begitu, tapi sungguh ironi semua hal tersebut ternyata menurun bukan karena kemauan mereka sendiri atau pun kemauan orang tua mereka. Tapi karena predikat tersebut di berikan & diciptakan oleh manusia manusia tidak bertanggung jawab seperti kita. Yang dengan sengaja membunuh harapan & mimpi dari setiap Tunas Bangsa yang belum secara bebas menghirup kotor & bersihnya udara di dunia ini.

Dan apakah orang yang dilahirkan dari keluarga kaya akan menjadi kaya juga ? Dan apakah orang yang dilahirkan dari kelurga miskin akan menjadi miski juga ? Tentu tidak, karena yang menentukan masa depan setiap manusia bukan dilihat dari garis tangannya atau pun darah yang mengalir di tubuhnya setiap detik.

Tapi semangat & harapan mereka untuk melawan keras kehidupan ini & juga kepalsuan setiap ucapan,gerak & senyuman seperti lantunan drama musikal di Broadway Theater yang ramai bergemuruh tapi penuh skenario kepalsuan & kebohongan yang indah terlihat diatas panggung tapi tidak indah dibelakang panggung.

Kesimpulan : Jika anda berfikir & berkata anak kecil seperti mereka akan menjadi atau memang sudah pasti menjadi Pekerja Seks Komersial ( PSK ). Lalu apakah orang seperti anda, derajatnya lebih tinggi dari pada Pekerja Seks Komersial ( PSK

Budayakan Gotong Royong Di Negara Kita

Gotong Royong merupakan suatu kegiatan sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dari jaman daulu kala hingga saat ini.Rasa kebersamaan ini muncul,karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untk meringankan beban yang sedang dipikul.Hanya di Indonesia,kita bisa menemukan sikap gotong royong ini karena di negara lain tidak ada sikap ini dikarenakan saling acuh tak acuh terhadap lingkungan di sekitarnya.


Ini merupakan sikap positif yang harus di lestarikan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kokoh & kuat di segala lini.Tidak hanya dipedesaan bisa kita jumpai sikap gotong royong,melainkan di daerah perkotaan pun bisa kita jumpai dengan mudah.Karena secara culture,budaya tersebut memang sudah di tanamkan sifat ini sejak kecil hingga dewasa.

Karena ini merupakan salah satu cermin yang membuat Indonesia bersatu dari sabang hingga merauke,walaupun berbeda agama,suku & warna kulit tapi kita tetap menjadi kesatuan yang kokoh.Inilah alah satu budaya bangsa yang membuat Indonesia,di puja & puji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik & penuh toleransi antar sesame manusia.
 
Support : Creating Website | JGA | Radarjember.Com
Copyright © 2011. RAngkuman Berita Terbaru - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Radarjember.Com
Proudly powered by Blogger