Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
dilaporkan mengimbau warganya untuk tidak
menyiarkan tweet, update Facebook, atau foto-foto
Instagram terkait serangan rudal Hamas ke negeri
Yahudi itu.
Warga terutama blogger dilarang menyiarkan,
terutama secara real time informasi lokasi jatuhnya
rudal Hamas tersebut.
Alasannya, pihak Hamas bisa mengidentifikasi zona-
zona sensitif milik militer Israel melalui informasi
berita dan mengintip isi metadata yang dilampirkan.
Dengan mengetahui di mana rudal yang diluncurkan
mendarat, militer Hamas dikhawatirkan bisa
mengetahui apabila serangan mereka telah mengenai
sasaran atau tidak.
Jika roket ternyata meleset, maka kalkulasi ulang
dapat dilakukan dengan mengacu pada informasi
yang turut disertakan, seperti koordinat GPS
( geotagging ) yang kerap disertakan ke dalam update
status via Twitter atau Facebook.
Perang Cyber
IDF sendiri gencar melakukan kampanye digital,
antara lain lewat blog dan twitter yang menyajikan
update perkembangan konflik di Gaza dalam "Operasi
Pilar Pertahanan", menurut sudut pandang Israel.
Blog IDF dikritik karena memberikan ranking seperti
sistem badge pada Foursquare untuk pembaca yang
menulis tweet dan sharing berita dari blog itu. IDF
berkilah dengan mengatakan bahwa fitur itu sudah
muncul sejak empat bulan lalu, sebelum mulainya
konfilk baru di Gaza.
Di ranah internet, agresi militer Israel ke wilayah
Gaza menuai kecaman dari sejumlah pihak. Beberapa
hari yang lalu, kelompok hacker Anonymous
menyatakan telah menyerang ratusan situs Israel ,
termasuk milik pemerintah, karena bersimpati dengan
penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
Enam hari setelah dimulainya konflik Gaza, Senin
(19/11/2012) kemarin, serangan Israel dikabarkan
telah memakan korban tewas 86 orang. Serangan
terbaru pada hari itu membunuh 13 warga Palestina,
termasuk seorang anak.
Home »
» Warga Israel Dihimbau Tidak Banyak Bicara Di Media Sosial
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !