Saat mengambil alih jabatan Presiden
dan CEO Research in Motion (RIM) di perusahaan
pembuat BlackBerry itu Januari lalu, Thorsten Heins
banyak menerima saran untuk mengadopsi sistem
operasi Android.
"Banyak yang menyarankan saya untuk mengalihkan
BlackBerry ke Android," ujar Heins dalam wawancara
dengan All Things Digital , Kamis (15/11/2012) lalu.
Akan tetapi, Heins melanjutkan, perusahaannya tak
punya banyak peluang untuk tampil menonjol di
tengah para produsen Android.
Samsung, yang juga memproduksi komponen-
komponen untuk perangkatnya sendiri, berhasil
menjadi pemain besar, tapi perusahaan-perusahaan
lainnya mengalami kesulitan dalam bersaing.
Lagipula, tambahnya lagi, "Itu sama saja dengan
meminggirkan para pengguna BlackBerry."
Meskipun berdasarkan data kuartal ketiga dari Gartner
pangsa pasar global BlackBerry telah menciut menjadi
5,3 persen, menurut data lansiran RIM sendiri pada
akhir September lalu, pelanggan BlackBerry terus
tumbuh menjadi 80 juta pengguna.
Maka, Heins memutuskan untuk tetap ngotot dengan
sistem operasi BlackBerry 10 buatan RIM sendiri.
Menurut dia, BlackBerry 10 tidak hanya bertujuan
untuk membalikkan peruntungan RIM dalam bisnis
smartphone, namun juga menciptakan platform baru
untuk "era selanjutnya dari komputasi mobile."
"Saya sangat puas telah mengambil keputusan
tersebut," imbuhnya.
Meski begitu, Heins mengakui bahwa perusahaannya
terlambat membuat perubahan. Salah satu sebabnya,
ujar Heins, adalah karena RIM tidak menyadari bahwa
pengguna lebih menyukai layar lebar dan banyaknya
aplikasi ketimbang aspek e-mail, keamanan,
kemudahan mengetik, dan daya tahan baterai yang
menjadi andalan BlackBerry.
"Melihat ke belakang, saya pikir kami telat
mengantisipasi perubahan itu. Tapi sekarang kami
sudah sadar."
Perangkat BlackBerry 10 yang menjadi tumpuan
harapan RIM dijadwalkan rilis tanggal 30 Januari
tahun depan. Disamping itu, Heins mengatakan
bahwa masih banyak yang masih dilakukan
perusahaannya.
Selagi RIM menyelesaikan BlackBerry 10, Heins
berusaha merombak perusahaan yang bermarkas di
Waterloo, Ontario, Kanada itu. Dia mengatakan, RIM
telah berhasil mengubah susunan tim eksekutifnya
dan mengurangi tenaga kerja sebanyak 5.000 orang
selagi menambah jumlah pelanggan dan membikin
sistm operasi baru.
"Kami masih terus bekerja," ujar Heins. "Kami tak
mau berpura-pura seolah sudah selesai."
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !