Tulisan suci Bahá’í telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 800 Bahasa.
Dari banyak ajaran Bahá’í, dua belas asas yang bersifat sosial berikut ini paling sering dikutip:
Keesaan Tuhan
Kesatuan agama
Persatuan umat manusia
Persamaan hak antara kaum wanita dan kaum pria
Penghapusan segala macam prasangka buruk
Perdamaian dunia
Persesuaian antara agama dan ilmu pengetahuan
Mencari kebenaran secara bebas
Keperluan untuk pendidikan universal yang wajib
Keperluan untuk Bahasa persatuan sedunia
Tidak boleh campur tangan dalam politik
Penghapusan kemiskinan dan kekayaan yang berlebih-lebihan
Kitab suci Bahá’í berasal dari Baghdad , seperti Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah, Kitáb-i-Aqdas dan Kitáb-i-Íqán (“Kitab Keyakinan”)
Qiblat agama Bahá’í --->>Bahjí
Pada tahun 1892, Bahá’u’lláh wafat di Bahjí dekat ‘Akká
Abdu’l-Bahá wafat di Haifa pada tahun 1921
Shoghi Effendi meninggal pada tahun 1957.
Beberapa hukum Bahá’í yang sudah berlaku secara umum adalah yang berikut ini:
Sembahyang wajib Bahá’í.
Membaca tulisan suci tiap hari.
Dilarang bergunjing dan memfitnah.
Menjalankan puasa Bahá’í tiap tahun.
Minuman beralkohol dan obat bius dilarang, kecuali untuk perawatan medis.
Hubungan seksual hanya diperbolehkan antara suami dan isteri, dan hubungan homoseksual tidak diperbolehkan.
Dilarang berjudi.
Dalam ajaran Bahá’í, memisahkan diri dari dunia tidak diperbolehkan, tetapi sebaliknya manusia harus bekerja. Melakukan pekerjaan yang berguna dianggap beribadah.
Upacara perkawinan Bahá’í sangat sederhana; satu-satunya kewajiban adalah pembacaan ayat dari Kitáb-i-Aqdas yang berikut ini, oleh mempelai pria dan mempelai wanita, di depan dua orang saksi: "Kita semua, sesungguhnya, tunduk akan Kehendak Tuhan."
Kalender Bahá’í berdasarkan kalender yang telah ditetapkan Sang Báb. Satu tahun terdiri dari 19 bulan yang masing-masing terdiri dari 19 hari, ditambah 4 atau 5 hari sisipan yang membuatnya satu tahun matahari penuh. Tahun Baru Bahá’í, yang namanya “Naw-Rúz”, sama dengan Tahun Baru tradisional Iran, yang jatuh pada ekuinoks tanggal 21 Maret, pada akhir bulan puasa Bahá’í.
rumah ibadah Bahá’í dinamakan “Mashriqu’l-Adhkár” (“Tempat-terbit pujian kepada Tuhan”), yakni tempat untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Bahá’í dan agama-agama lain. rumah ibadah Bahá’í ini terbuka bagi orang-orang dari semua agama.
rumah ibadah Bahá’í bertemakan ketunggalan: harus mempunyai sembilan sisi dengan sebuah kubah di tengahnya,Sampai sekarang di seluruh dunia ada tujuh rumah ibadah Baha'i—di New Delhi, India; Kampala, Uganda; Frankfort, Jerman; Wilmette, Illinois, Amerika Serikat; Panama City, Panama; Apia, Samoa Barat; dan Sydney, Australia.
bagaimana konsep sembahyang dalam agama baha'i itu sendiri...
BalasHapusutk web resmi agama Baha'i di Indonesia silakan buka www.bahaiindonesia.org
BalasHapus