Pengajian Jamaah Shalawal Wahidiyah Di Puger Jember Dibubarkan Warga - RAngkuman Berita Terbaru
Headlines News :
Home » » Pengajian Jamaah Shalawal Wahidiyah Di Puger Jember Dibubarkan Warga

Pengajian Jamaah Shalawal Wahidiyah Di Puger Jember Dibubarkan Warga

Mengatasnamakan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan warga
Puger, sejumlah warga sore tadi (27/9)
bergerombol dan memblokade jalan di
depan Koramil Puger. Mereka juga bersiap
membubarkan kegiatan pengajian akbar
yang diadakan sebuah ormas Islam
Wahidiyah yang akan berlangsung di Alun-
alun Puger. Kegiatan itu dinilai tidak sesuai
dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh
sejumlah pihak, termasuk MUI di
Kabupaten Jember beberapa waktu lalu.
Walau tak begitu mendapat penekanan, aksi
itu mendapat pengamanan ketat pihak
Koramil setempat, karena dikwatirkan
terjadi bentrok antar dua kubu. Nyatanya,
saat beberapa perwakilan sedang berdiskusi
di Koramil, massa sempat mengamuk begitu
melihat rombongan simpatisan Wahidiyah
yang melintas hendak ikut pengajian.
Dari pantauan di lokasi, ketegangan itu
mulai nampak saat kedatangan puluhan
warga dengan mengendarai berbagai
kendaraan sepeda motor di seputaran
pertigaan depan Koramil sekitar pukul 15.00
WIB (27/9). Mereka kemudian memarkirkan
kendaraannya di sekitar Koramil Puger.
Selain memblokade jalan masuk ke Alun-
alun Puger, massa kelihatan sudah bersiap-
siap untuk menyerbu ke Alun-alun Puger
kalau pengajian akbar Wahidiyah tersebut
tetap dilaksanakan. Akhirnya, beberapa
perwakilan diundang masuk ke Koramil
untuk melaporkan aksi yang akan mereka
lakukan.
"Kami tidak ingin bentrok. Kami hanya ingin
semua pihak menghormati perjanjian yang
telah dibuat," ujar Hasyim, ketua MUI
Kecamatan Puger saat ditanya arah dan
tujuan aksi tersebut oleh Koramil. Pihaknya
mengacu pada perjanjian yang telah dibuat
FKUB bersama di Jember beberapa waktu
lalu, sekaligus menunjukkan edaran bahwa
tidak boleh ada kegiatan pengajian terbuka
di Kecamatan Puger.
Sebelum ada keputusan dari MUI pusat,
menurut mereka Wahidiyah tidak
diperbolehkan mengadakan kegiatan di
Wilayah Puger dan Gumukmas. Namun
ternyata perjanjian itu dilanggar oleh
kelompok Wahidiyah yang bersikukuh
hendak menggelar acara pengajian di Alun-
alun Puger. Hal inilah yang dianggap Hasyim
dan sejumlah warga, Wahidiyah telah
menciderai kesepakatan itu. Atas dasar itu,
pihaknya meminta kepada TNI untuk
menghentikan kegiatan pengajian di tempat
terbuka itu sehingga tidak menciderai
masyarakat atau kelompok yang lain.
Seharusnya, Wahidiyah harus meminta izin
dulu pada MUI Jember maupun FKUB terkait
kegiatan itu. Oleh karena itu, pihaknya
meminta kepada semua pihak untuk
menghormati perjanjian itu. Hasyim juga
menuturkan, bahwa pihaknya sebenarnya
sudah meminta bantuan pihak kepolisian
untuk menghentikannya. "Kami tadi ke
Polsek Puger, tapi tidak ada respon positif,"
ujar Hasyim. Mendapat tanggapan seperti
itu, dan kawatir kalau pihak kepolisian tidak
bisa bertindak, maka pihaknya akan
bertindak sendiri.
Mediasi dua belah pihak, diantaranya Lutfi
tokoh Wahidiyah dari Kediri, Ra Hasyim MUI
Puger, serta Ustad Agus Taiful dari Pompes
Al Falah Desa Kalimalang pun akhirnya bisa
dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB.
Dengan dimediatori pihak TNI dalam hal ini
Dandim Jember Letkol Inf Trirana Subekti.
"Kami minta semua pihak untuk berunding
dengan damai. Karena kita semua
bersaudara. Siapa yang mau bertengkar
dengan saudaranya sendiri," ujar Dandim
Trirana mengawali mediasi tersebut.
Suasana mediasi perlahan memanas, karena
pihak Wahidiyah tetap bersikukuh untuk
menggelar pengajian terbuka tersebut.
Merasa merasa sebagai sesama warga dan
ormas Islam, memiliki hak yang sama
sebagai warga Negara. "Kami sama dengan
NU dan Muhammadiyah, berhak untuk
melakukan kegiatan ibadah," jelas Lutfi.
Namun, hal tersebut disanggah oleh
sejumlah pihak terutama MUI, sebelum
adanya kesepakatan bersama terkait segala
kegiatan di wilayah Puger dan Gumukmas.
Tak berlebihan, MUI hanya berpegang pada
edaran bahwa paham jamaah Wahidiyah di
kecamatan Puger dan Gumukmas rawan
konflik, sehingga tidak boleh mengadakan
kegiatan terbuka. Hal inilah yang ditetang
MUI agar pengajian akbar di Alun-alun
Puger ditunda.
Nampaknya ketegangan yang kian memanas
di ruang mediasi juga terjadi di luar. Warga
yang sudah diketahui sudah memanas,
semakin mejadi setelah datang rombongan
Wahidiyah dari luar kota. Mereka pun
langsung melakukan penghadangan pada
rombongan tersebut.
Aksi yang mengarah pada tindak anarkis itu
hampir saja terjadi. Bagaimana tidak,
rombongan yang datang dengan dua
minibus itu langsung di hadang. Lebih dari
itu, rombongan juga sempat dilempari batu
oleh warga. Beberapa warga juga sempat
memukul-mukul mobil hingga menimbulkan
ketegangan. Beruntung petugas yang
memang sudah berjaga berhasil menghalau
aksi warga.
Situasi di luar yang lebih memanas itulah,
dimana warga melakukan penyerangan
pada rombongan, sementara petugas lainya
mencoba mengatasi situasi dengan
membantu jamaah Wahidiyah untuk
meninggalkan lokasi. Rupanya, kondisi
inilah yang membuat para perwakilan yang
sedang bermediasi di ruangan Koramil
menempuh kata sepakat untuk
membatalkan kegiatan pengajian akbar
tersebut. "Akhirnya, pengajian Wahidiyah
dibatalkan, Allahu Akbar," ujar Ra Hasyim
MUI Puger dihadapan massanya.
Atas kesepakatan itu, pihaknya langsung
meminta kepada massa untuk
membubarkan diri. Seluruh warga diminta
kembali ke rumahnya masing-masing
dengan tertib. Ra Hasyim mengatakan
pihaknya mendapatkan garansi dari pihak
TNI jika pengajan Wahidiyah benar-benar
tidak jadi dilaksanakan.
Warga pun kemudian kembali ke rumah
masing-masing. Disusul beberapa saat
setelah itu, rombongan Dalmas Polres
Jember terlihat datang ke lokasi. Hingga
menjelang petang, mereka terus berjaga-
jaga di wilayah Puger, guna mengantisipasi
seandainya ada serangan susulan. Yang
jelas, hingga malam ini suasana di Puger
dan sekitarnya masih terasa tegang.

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | JGA | Radarjember.Com
Copyright © 2011. RAngkuman Berita Terbaru - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Radarjember.Com
Proudly powered by Blogger