KISSVAGANSA - Setelah melakukan penusukan
terhadap siswa SMA 6, Alawy Yusianto
Putra, ternyata tersangka Fitrah Ramadani
alias Doyok sempat berkelahi dengan salah
satu guru SMA 6. Perkelahian terjadi karena
guru tersebut ingin menangkap Doyok yang
terlihat usai melakukan penusukan.
"Sempat ada pergumulan antara guru SMA
6 dan pelaku, karena guru tersebut
berusaha menangkap pelaku. Saat
pergumulan, arit terjatuh dan kemudian
ditendang jauh oleh guru tersebut. Setelah
itu ada Satpam Sevel (minimarket 7Eleven)
yang mengambil arit tersebut dan
memberikan arit tersebut ke SMA 70," ujar
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP
Hermawan, di Mapolres Jakarta Selatan,
Jalan Wijaya II, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Saat ini menurut Hermawan, arit tersebut
sudah diamankan dan telah dilakukan tes
laboratorium. Dari hasil tes diketahui
bahwa darah yang ada di arit identik
dengan darah yang terdapat di baju korban.
Pihak kepolisian sejauh ini masih
menyelidiki dari mana asal arit tresebut.
"Hasil tes menunjukkan darahnya identik
antara yang terdapat di arit dengan yang di
baju korban. Tersangka juga mengakui arit
itu yang dia gunakan untuk membacok. Saat
ini masih akan kita telusuri asal dari arit
tersebut apakah dia bawa atau bagaimana,"
terang Hermawan.
FT ditangkap di Ring Road Selatan Condong
Catur, Yogyakarta, Kamis (27/9) pagi
kemarin setelah sempat buron. Dia
ditangkap di kos-kosan bersama dua orang
yang akan membawanya pergi dari
Yogyakarta untuk kabur lebih jauh.
Menurut polisi, tersangka pernah dikenai
pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan
bersama-sama dan pasal 351 KUHP tentang
pengeroyokan yang mengakibatkan korban
meninggal dunia.
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !