Sejarah Lahirnya KFC








"Tahukah kamu siapa Kolonel Sanders?"
"Aku sering mendengar orang yang putus asa mengatakan, 'Aku sudah mencoba segala cara, ribuan cara, namun sama
sekali tidak berhasil. Aku lelah mencoba-coba lagi hal yang
memang tidak mungkin bagiku"
"Pertama, mereka bohong jika mengatakan sudah
mencoba ribuan cara. Seperti yang aku katakan tadi, paling banyak mereka mencoba 10 kali. Dan kalau mereka mengaku lelah, itu sangat memalukan. Itu artinya mereka putus asa, mati sebelum berperang."
"Ingatlah bahwa kunci keberhasilan adalah mencoba
tanpa henti untuk meraih keinginan atau cita-cita. Dengan begitu, jalan kita akan sedikit demi sedikit terbuka. Sudah menjadi kelemahan manusia bahwa ia biasanya mundur sebelum benar-benar mencoba. jika kita ingin mencapai sesuatu tetapi sudah terlebih dahulu merasa malas dan lelah, bagaimana bisa berhasil?"
"Ada satu contoh menarik. Tadi aku bertanya tentang
Kolonel Sanders, kurasa semua orang mengenalnya. la adalah pendiri Kentucky Fried Chicken yang sangat terkenal itu. Menurutmu, bagaimana ia bisa seterkenal sekarang? Apakah ia lahir di dalam keluarga kaya yang memungkinkannya mewujudkan segala cita-citanya dengan mudah? Atau, mungkin ia adalah orang yang beruntung begitu saja tanpa melakukan apa-apa? Mungkin pemikiran orang banyak seperti itu, tetapi
cerita sesungguhnya sangatlah menarik dan jauh dari hal
semacam itu."
"Kolonel Sanders tidak mencapai semua itu sebelum
mencapai usia 65 tahunl Pada saat itu, ia hidup prihatin dan nyaris bangkrut. Akan tetapi, ia tidak putus asa layaknya orang-orang di usianya. la ingin terus berusaha dan bertanya pada dirinya: Apa yang harus ia lakukan dalam keadaan seperti itu? Bagaimana ia dapat mengubah semuanya dalam sekejap namun
berarti? Bagaimana ia dapat hidup dengan layak?"
"Lalu muncullah sebuah gagasan di benaknya. la memiliki resep ayam goreng, yang menurutnya sangat lezat. la pun memikirkan cara untuk membuat semua itu menjadi berarti. la memperoleh gagasan untuk menjual dan membuka restoran dengan mengajak orang bekerja sama, dan mungkin ia bisa mendapatkan bagian yang pantas dan resep karyanya itu."
"la mulai bekerja. Di sini lah bedanya. Banyak orang
memiliki gagasan bagus namun tinggal diam. Tapi, ia tidak berhenti. la menjalankan aksinya di usianya yangsudah kepala enam."
"la mulai bergerak menawarkan resep ayam goreng itu ke berbagai restoran, dengan hanya bermodalkan kata-kata dan keyakinan. Lalu apa yang terjadi? Semua orang menertawakannya. la hanya dianggap kakek tua pikun yang aneh, yang dengan tongkat dan baju putihnya datang untuk menawarkan resep ayam goreng. Siapa yang mau percaya?Seorang kakek tua menawarkan resep ayam goreng. Terlihat bodoh, bukan?"
"Tapi apakah ia berhenti? Tidak! la tidak berhenti. Kata
berhenti tidak ada di dalam kamusnya. Walaupun sudah tua,ia memiliki keyakinan yang luar biasa. Itu lah yang membuatnya berbeda."
"la terus mencoba dengan gigih. Dengan kendaraan
tuanya, ia berkeliling ke berbagai restoran tanpa modal apa-apa. Terkadang ia bahkan harus memakan ayam sampelnya sendiri jika lapar, karena ia tidak memiliki uang."
"Tahukah kamu bahwa perjalanan menawarkan ayam
goreng ini berlangsung dua tahun lebih? Dan ia menerima penolakan yang menyakitkan, terkadang bahkan sangat tidak sopan, sebanyak 1.009 kali?"
"Bayangkan, ditolak 1.009 kali oleh berbagai restoran
tanpa merasa putus asa, hingga akhirnya sebuah restoran kecil di Kentucky mau menerimanya."
"Dan, kini siapa yang tidak mengenalnya? Kurasa, seluruh dunia pasti pernah mencicipi karyanya. Apakah hal itu akan terjadi jika ia putus asa? Bayangkan, ditolak 1.009 kali! Kurasa dibutuhkan manusia yang luar biasa untuk dapat menjadi seperti dia, bukan?"
"Tapi itu lah yang membuatnya berhasil."
"Betapa banyak anak muda yang masih sehat, yang
terkadang memiliki gagasan luar biasa, tapi sayangnya tidak tahu cara menyalurkannya. Terkadang mereka merasa kalah oleh nasib. Mereka merasa sudah mencoba dengan segenap daya upaya."
"Benarkah pernyataan mereka? Kurasa tidak. Manusia
pada umumnya terlalu gampang menyerah, dan manusia yang terlalu gampang menyerah tidak akan meraih keberhasilan.Menurutku, jika kamu melakukan sesuatu dan kamu ingin menyerah, ingatlah ceritaku tadi. Apakah kamu yakin sudah benar-benar berusaha? Apakah kamu sudah segigih Kolonel Sanders? Apakah kamu yang masih muda kalah dengan kegigihan dan keyakinan seorang tua seperti dia? Ingat-ingat hal ini!"
"Menarik, sangat menarik."
"jelas menarik. Dan, ingatlah bahwa pesan dari semua ini
adalah bahwa dalam melakukan segala sesuatu, manusia harus menjalankan sebuah aksi, karena cita-cita tinggi tanpa disertai aksi sama dengan menanam tanpa air. Mulailah dengan sebuah impian. Semua orang memiliki impian. Bermimpilah setinggitingginya. jangan batasi impian. Cunakan imajinasi. Impian
tidak terbatas oleh waktu, ruang, dan logika. Impian hanya dibatasi oleh daya imajinasi manusia, jadi cermati impian itu. Masukkan itu di dalam pemikiranmu sebagai sebuah cita-cita yang harus kamu raih. Dan terakhir, ambil tindakan untuk meraih impian itu! Impian besar tanpa disertai tindakan bisa diibaratkan dengan cita-cita anak kecil yang polos. Namun, impian besar yang diikuti sebuah tindakan akan menciptakan
jalan."
"Bagaimana kalau seseorang bermimpi terlalu besar? Bukankah hal itu juga tidak masuk akal? Katakanlah seseorang bermimpi untuk bisa terbang seperti burung. Konyol, bukan?"
"Aku menekankan impian besar yang disertai logika. jika
seseorang bermimpi untuk bisa terbang seperti burung, dan ia menggunakan daya imajinasinya yang memang tidak didukung logika, ia akan mati jatuh ke tanah. Namun, jika ia bermimpi untuk terbang seperti burung dan menggunakan daya logikanya,
sebuah sejarah akan tercipta. Bukankah impian untuk bisa terbang seperti burung lah yang menciptakan sebuah sejarah? Dimulai dari sebuah impian lah, maka Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang."


"Berarti tidak ada yang tidak mungkin, bukan?"




0 comments:

Poskan Komentar

Commet Dulu Yach